Ulasan Oukitel K6000 – HP POWERBANK

Sudah tiga minggu sejak saya menggunakan Oukitel K6000, seperti janji saya di post sebelumnya sekarang saya akan mengulas ponsel ini. Oukitel K6000 merupakan produk dari OBN sebuah perusahaan dari Cina yang kurang terkenal di Indonesia kalah dari Xiaomi atau pun Meizu, tanpa banyak cakap langsung saya saya mulai ulasannya.

Performa

Dari penggunaan sehari hari saya, nonton kartun, internetan, membaca komik, membaca novel ringan dan kegiatan tidak produktif lainnya saya merasa performanya sangat mumpuni, dibekali dengan 2 GB RAM, SoC Mediatek MT6735p, CPU ARM Cortex-A53 1000 MHz yang sudah quadcore dan GPU ARM Mali-T720 MP2 400 Mhz dualcore, kamu tidak akan mengalami lag, bahkan saat membuka banyak aplikasi sekaligus.

Memang pada saat startup ram hanya tersisa sekitar 1 GB saja, namun jangan kuatir karena saat saya membuka banyak aplikasi tetap ringan dan tersisa RAM 300 MB-an. Saya bukan gamer, jadi saya tidak bisa memberi ulasan mengenai performa gaming perangkat ini, namun saya memainkan Plant vs Zombie 2 dan berjalan sangan mulus di perangkat ini.

Dari hasil uji benchmark Oukitel K6000 kalah dalam banyak hal dibandingkan dengan smartphone keluaran terbaru, namun apa sih yang kamu harapkan dari smartphone 1,5 jutaan?

 

Tampilan dan Layar

Saya tidak menyukai tampilan dari ROM bawaan Oukitek K6000, semua ikon langsung ditempatkan di homescreen seperti padan iPhone atau pun MiUI, maka dari itu saya menginstall nova launcher dan ikon dari playstore agar tampilan sesuai dengan selera saya.

Oukitel K6000 dilengkapi dengan layar berukuran 5,5 inch yang membuatnya tampak jernih dengan resolusi HD 1280×720 pixel yang jelas untuk kegiatan menonton kartun mongol kualitas 720 p kamu tidak usah khawatir. Dengan diusungnya teknologi IPS pada layarnya menjadikan tampilan jika dilihat  dari berbagai sisi tidak terjadi banyak perubahan warna. Ada tiga tombol navigasi di bawah layar, yang menurut saya kurang pas, karena terlalu jauh untuk dicapai oleh ibu jari, saya mengakalinya dengan mengaktifkan tombol navigasi bawaan ROM, selain itu kekurangannya ada pada adanya frame dipinggir layar yang menyebabkan layar terlihat lebih kecil.

Konektifitas

Oukitel K6000 telah dibenamkan dengan 4G LTE, WiFi dan Bluetooth 4.0. Kita dapat menggunakan dualsim, tetapi kita harus memilih, jika ingin menggunakan microsd, kita hanya bisa menggunakan satu sim saja.

 

Penyimpanan

Untuk ruang penyimpanan disediakan ROM 16 GB, yang setelah dikurangi untuk sistem operasi menjadi sekitar 12 GB dan dapat ditambah dengan microsd hingga 32 GB, namun jika masih kurang, dari yang saya baca dari beberapa forum dapat ditambah dengan microsd 64 GB. Masih kurang? Oukitel K6000 dibekali juga dengan USB OTG yang dapat kamu pakai untuk menancapkan flashdisk untuk menambah ruang penyimpanan.

 

Sensor

Di dalam ponsel Oukitel K6000 dibekali berbagai sensor, ada proximity, accelerometer, lightsensor dan hall. Sensor-sensor tersebut dibutuhkan untuk beberapa game. Dengan adanya lightsensor, kita dapat mengaktifkan fitur Adaptive Brightness agar layar dapat menyesuaikan tingkat kecerahan layar sesuai dengan jumlah cahaya yang ada di tempat kita berada.

 

Kamera

Kamera utama dari Oukitel K6000 memiliki resolusi 8 MP yang sudah dibekali dengan auto focus, membuatnya dapat menghasilkan foto-foto indah dari berbagai hal di lingkungan sekitar maupun mengabadikan momen-momen keseharian kita. Kamera depan hanya memiliki resolusi 2 MP yang jika ingin digunakan untuk selfie saya tidak menyarankannya, tapi jika hanya untuk video call saya rasa sudah cukup bagus.

 

Sistem Operasi

Sistem operasi yang digunakan terhitung ketinggalan jaman di mana masih menggunakan Android 5.0 Lollipop saat ponsel sekarang telah menggunakan Android 7.0 Nougat. Karena sedikitnya pengguna Oukitel K6000 kamu tidak bisa menemukan banyak custom ROM untuk perangkat ini, saya hanya menemukan ROM CyanogenMod 12.1 untuk perangkat ini, itu pun tidak sempurna, banyak bug saat dijalankan.

Namun kita dapat sedikit bernafas lega, karena menurut rumornya ponsel ini masih diperhatikan oleh pengembang dan rencananya akan diberikan pembaharuan ke Android versi 6.0 Marshmallow pada bulan Februari tahun ini.

 

Bodi

Meski dengan bodi yang lumayan ramping Oukitel K6000 memiliki berat 211 g yang terasa agak berat di tangan dibanding smartphone lain dengan bodi serupa. Berdasarkan dari beberapa video review di Youtube, layar dari Oukitel K6000 sangatlah kuat, dapat digunakan untuk membuka kulit kacang, bahkan setelah dibor masih dapat digunakan dengan lancar, bodi dan layar yang tahan api turut menjadi nilai tambah. Kalian bisa menemukan tes-tes keji lain di Youtube dengan keyword review oukitel k6000.

Namun saya menemukan satu masalah dari ponsel ini, beberapa hari kemarin saat saya mengambil pakaian dari lemari, tanpa sengaja ponsel yang sedang saya charge dan saya letakkan di atas lemari setinggi satu setengah meter jatuh, mungkin saya kurang beruntung karena ponsel mendaran dengan posisi samping kiri atas ponsel mendarat duluan. Bagian pinggir menjadi agak bengkok ke atas dan ada gap di antara cover dan bagian pinggir ponsel. Jadi berhati-hatilah karena walau pun layarnya dapat dipakai sebagai palu dan tahan api, namun bagian samping ponsel agak kurang kuat.

 

Baterai

Ini hal favorit saya dari Oukitel K6000, ya perangkat ini dilengkapi dengan baterai Li-polymer berkapasitas 6000 mAh. Dengan baterai 6000 mAh ponsel ini dapat bertahan hingga dua hari selama saya gunakan dengan catatan saya gunakan untuk internetan dan menonton kartun saja. Jadi tidak perlu khawatir jika kamu tidak mempunyai powerbank saat keluar rumah di mana tidak ada pasokan listrik di lokasimu saat itu. Apalagi ditambah dengan fitur fast charging yang dapat mengisi baterai hingga penuh dari nol persen hanya dalam waktu dua jam! Kurang keren apa coba?

Selain itu, karena kapasitas baterai yang besar dan fitur USB OTG membuat ponsel ini mampu difungsikan sebagai powerbank dengan fitur reverse charge. Bila kamu mempunyai device lain yang memerlukan daya saat di luar, kamu bisa mengisi dayanya dengan ponsel ini.

 

Kesimpulan

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang sudah saya tuliskan di atas Oukitel K6000 cocok untuk kamu yang hobi melancong atau pun mencari wifi gratis di mana tidak ada sumber listrik. Dengan bodi yang kuat Oukitel K6000 juga dapat kamu gunakan sebagai palu saat keadaan darurat, pun layar dan bodinya yang tahan api membuatnya tahan jika sewaktu-waktu kamu ingin bermain sulap dengan cara melemparkan ponsel tersebut ke api unggun saat kemah.

Jadi tunggu apa lagi? Dengan harga 1,5 juta-an kamu sudah dapat memiliki ponsel hebat dengan baterai yang kuat.

 

Sekian ulasan saya kali ini, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s