router-header

Mau Beli Router, Tapi Yang Bagaimana?

Beberapa hari yang lalu, saya sempat mengobrol dengan teman saya yang bekerja di salah satu rumah sakit di daerah Surakarta. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, sampailah pada topik yang namanya router. Jadi, teman saya ini kemarin habis membeli router Moviestar ASL 26555 dan berhasil memasang firmware openwrt di perangkat tersebut. Saya yang memang doyan oprek mengoprek pun menjadi tertarik dan memutuskan untuk membeli sebuah perangkat router. Mumpung habis lebaran, dompet masih tebal.

Sebelum ngomongin cara milih router, saya kasih dulu pengertian router yang saya saltemkan dari wikipedia bahasa indonesia.

Perute atau penghala (bahasa Inggris: router) adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

Disclaimer: Artikel yang ditulis di sini bukanlah cara memilih perangkat router berdasarkan penggunaan secara detail, melainkan cara saya memilih router yang saya beli. Juga bukan bermaksud mengiklankan merek router tertentu.

Nah, sekarang yang saya pikirkan adalah router apa yang akan saya beli, karena di luar sana banyak sekali merek dan jenis router yang beredar di pasaran. Router yang saya cari adalah jenis router yang mendukung jaringan nirkabel atau wireless router. Pertama kali yang saya cari adalah dukungan openwrt pada router, ya kalo nggak didukung openwrt saya nggak jadi ngoprek kayak temen saya dong. Untuk melihat perangkat apa saja yang didukung oleh openwrt, kamu sekalian bisa main ke sini. Di situ terlampir daftar perangkat yang bisa kamu pasangi openwrt. Lha kalo pengen masang openwrt, kalo pengennya ddwrt? Oh… tenang saja, untuk daftar perangkat yang didukung ddwrt bisa kamu temukan di sini.

Udah ketemu kan? Sekarang yang saya perlukan adalah adanya port usb pada router. Port usb kiranya penting biar bisa internetan pake modem jika nggak punya sambungan internet ADSL. Selain itu kamu juga bisa memfungsikan port usb ini untuk menyambungkannya dengan media penyimpanan, seperti flashdisk dan harddisk eksternal, bisa juga untuk menembak wifi tetangga menggunakan wifi usb dongle, kalo punya printer bisa juga disambungkan dengan port usb ini. Nah, untuk halnya modem, perlu juga diperhatikan apakah mendukung jaringan 4G atau hanya 3G.

Udah ketemu nih router yang bisa dipasangi openwrt dan ada usb port-nya, apalagi nih yang kudu diperhatikan? ROM dan RAM. ROM itu istilah dari memori internal yang nantinya bakalan kamu isi pake firmware openwrt, minimal 4 MB lah, walaupun bisa ditambahin pake extroot nantinya. Kalo RAM itu kamu cari sendiri di gugel ya… Kalo saya yang nggak ngerti RAM ngomongin soal RAM kan malah ngelantur nanti jadinya, buat saya sih, 32 MB juga udah cukup.

Kalo rasa-rasanya udah cocok tinggal baca ulasan-ulasan tentang router pilihan kamu, jangan lupa cocokkan harga router.

Setelah menimang-nimang, pilihan saya jatuh pada router bermerek TP-LINK dengan tipe TL-MR3420 v2 dengan spesifikasi sebagai berikut

Model

Versi SoC CPU MHz Flash MB RAM MB WLAN Hardware WLAN 2.4 100M ports USB
TL-MR3420 V2.4 Atheros AR9341 535 4 32 Atheros AR9341 b/g/n 5

1x 2.0

3G/4G

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s